Dedikasi Guru Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus

Bogor, metro kota news
Sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa memang benar adanya, sebagai seorang yang perduli terhadap pendidikan, akan melakukan cara terbaik untuk anak didiknya. Hal ini di tunjukkan oleh Bapak Ananda Jihad Rayhaman atau sering di sebut pak ananda guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus ( ABK ) di Yayasan Jasmina Pondation dari Sekolah Dasar Kreativa daerah Kota Bogor.

Mengajar sejak tahun 2017, kini pak ananda sudah megajar selama 3 tahun. Menurutnya, dalam mengajar anak berkebutuhan khusus harus memiliki kesabaran yang tinggi karena harus memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dari masing-masing murid.

Guru berumur 20 tahun yang terbilang masih muda ini termotivasi ketika ia masih SMP dan sering melihat kejadian teman yang sedang di perlakukan tidak semestinya seperti kekerasan, ancaman, paksaan, terhadap orang lain atau lebih sering disebut dengan aksi Bullying. Ia sering mendekati orang yang di perlakukan seperti itu untuk memberikan sebuah semangat agar mentalnya kembali kuat.

“ kalau motivasi saya sejak SMP saya sudah sering melihat aksi bullying akibat keterbelakangan mental atau hal lainnya, dari situlah saya sudah memiliki keinginan untuk memberi pembelajaran ke anak yang memiliki kekurangan. “ ujar pak Ananda

Yang menjadi inspiratif dari pak ananda ini, ketika banyak orang yang melakukan aksi bully satu sama lain, ia malah mendekati korban dari aksi bullying itu sendiri untuk mendorong menjadi lebih kuat lagi. Guru ini sangat ingin sekali memberi pelajaran yang baik agar menjadikan anak-anak berkebutuhan khusus ini menjadi anak-anak yang lebih memiliki kepandaian seperti anak lainnya, dan juga ingin memberikan pengarahan kepada anak-anak normal bahwa tidak selamanya anak berkebutuhan khusus itu harus di jauhkan, di sepelekan, dan di bully.

“ saya ingin sekali memberi pelajaran kepada anak-anak normal ini bahwa tidak selamanya anak berkebutuhan khusus ini tidak memiliki keterampilan apa-apa, sudah banyak yang membuktikan bahwa anak yang memiliki kekurangan pun bisa menjadi lebih baik contohnya anak berkebutuhan khusus menjadi desainer mobil,desainer baju dan lain sebagainya,” tuturnya.

Pak Ananda menjelaskan, anak berkebutuhan khusus di golongkan menjadi beberapa bagian sesuai dengan masalahnya masing-masing. Salah satunya akibat masalah keluarga seperti sering di marahi secara berlebihan. Jadi, kita harus memberi kasih sayang yang lebih kepadanya.Harapan beliau kedepannya semoga masyarakat lebih perduli dan lebih menghargai anak yang memiliki kekurangan. Dan untuk generasi muda saat ini, jangan sampai melakukan aksi bullying, karena setiap manusia yang memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan.(ARI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Sharing informasi ini.