13/04/2021

Dilema Belajar Online Saat Pandemi Berlangsung

Bogor, metrokota.net-Dunia pendidikan di Indonesia turut menjadi satu di antara sektor yang mengalami dampak dari pandemi virus Corona Covid-19 di Tanah Air. Aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara semenjak merebaknya virus mematikan yang diketahui pertama kali muncul di Wuhan China akhir 2019 lalu itu. Akibatnya, proses belajar mengajar pun tak lagi tatap muka secara langsung di kelas.

Namun Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya memutuskan untuk memperbolehkan kembali kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas.Keputusan untuk dibukanya kembali sekolah untuk aktivitas belajar mengajar bagi siswa ini diterapkan di wilayah zona hijau virus Corona Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan terdapat enam persen wilayah di Indonesia yang telah merepresentasikan masuk zona hijau. Pemerintah daerah yang wilayahnya masuk dalam kategori zona hijau dipersilakan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Seperti Salah satu wali murid yang turut merasakan dampak dari Kegiatan belajar melalui Daring maupun Luring di salah satu SD di Kota Bogor. Sebut saja Ririn. Berikut Pendapat ririn mengenai Pembelajaran tahun jaran baru 2021.

“Untuk tahun ajaran baru menurut saya melalui online itu memang ya sebelum-sebelumnya belum merasakanya, kalau sekarang sudah terasa, diantaranya harus mempersiapkan seperti membeli kuota yang lebih ,

kalau tatap muka pengeluaran tatap muka dibandingkan online, dengan persiapan persiapan lainnya dan tetap mendampingi anak, sedangkan saya juga harus mengerjakan pekerjaan rumah selain itu kalau misalnya kuota itu ada, terus coba kalau lagi ada kan juga repot ya mas ya harus mikirin biar gimana anak saya tetap belajar online”, Ujar Ririn

“Memang keadaan ekonomi kita lagi terganggu akibat covid ini , ya tapi hal ini juga ga bisa dijadikan alasan kan semua unsur juga kena masalah dari covid ini. Kalau membandingkan daring dengan luring saya lebih setuju dengan Luring (tatap muka) tapi karena kondisi seperti ini terpaksa mengikuti anjuran dari pemerintah harus online ya online, cari aman begitu mas” Sambungnya.
Ia beranggapan lebih membebankan fasilitas yang kurang memadai dan juga jika tatap muka, murid lebih bisa memahami yang di jelaskan oleh guru, contohnya guru mengirimkan video, lalu diamati oleh si anak yang terkadang malas-malasan. Beda halnya dengan di sekolah si anak itu lebih memperhatikan gurunya. Dan fasilitas menggunakan HP dan kuota daring lebih boros di bandingkan luring, tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu . lebih menghemat pengeluaran. (ADD)

error

Sharing informasi ini.