Gerakan Aksi Bogor Peduli

Bogor, metro kota news
Pertama kali Bogor Peduli Di cetuskan oleh Pak Agam yaitu 4 tahun lalu. Awalnya dari kisah beliau pada masa lalu, ia merasa pernah berada di titik terendah dalam hidup, melihat pengalaman saya dulu saat di bawah dan dibantu oleh orang lain yang tidak ia kenal .

Dengan dasar seperti itu Agam berfikir, mengapa saya tidak melakukan hal yng sama?

“dengan mengandalkan social media Instagram Bogor peduli itu kita coba nekat, karena menggalang dana di media social itu membutuhkan kepercayaan yang ekstra. Dari situ awal mula kami bergerak di sosmed kami Instagram yaitu @bogor.peduli yaitu dalam bidang non medis selama 2 tahun seperti pembayaran biaya sekolah anak yatim, selain itu kami melakukan bedah rumah yang kurang lebih 52 rumah dan 4 musholla dan 2 masjid, di wilayah kab bogor dan bogor barat” Ujar Pak Agam.

Dari hal tersebut, 2 tahun kemudian Bogor Peduli diajak untuk menjadi komunitas kedua dengan Kita Bisa, lalu MOU secara legal, dan kita di fasilitasi. Setiap kita naik champanye penggalangan dana online, kita dibantu untuk optimasi sehingga penggalangan dananya bisa maksimal.

Waktu berjalan demi waktu, Bogor Peduli yang awalnya berjalan di dunia non medis, kini berpaling menjadi Medis.

“Ketika sudah bekerja sama dengan Kita Bisa kita malah lari dari non medis kuita focus di medis mulai 2018, karena bukan hal apa-aapa seperti begini, ketika ada penjual sapu lidi keliling kita bantu agar ia tidak kepanasan dan capek, kita bantu dengan permodalan jarak waktu 3 bulan itu bisa, tapi balik amalh balik lagi ke awal karena tidak bisa meutarkan modal. Sampai kalung dan perabotan rumah habis terjual. Di situ kami ambil tindakan, ini bukan solusi. Akhirnya kami beralih ke medis”, Ujarnya Kembali.

Bogor Peduli melakukan back up medis 80 persen untuk anak kecil yang terkena penyakit yang mematikan.

”Awalnya di medis kita backup 80 persen untuk anak kecil dengan kegawat darurat penyakit yang mengancam nyawa. Seperti kanker, osteosarcoma, mandibula dextra, kalau hal tidak di tangani dengan cepat, akan berakibat fatal yaitu kematian” Jelasnya.

Ketika hal itu terjadi akhirnya Tim Bogor Peduli memfokuskan medis dengan 80 persen anak-anak dan 20 persen Orang tua. Tetapi dengan ketentua berlaku.

“pertama orang tua atau dewasa yang memiliki kemanfaatan di lingkungannya, seperti marbot masjid Rt tukang ambilin sampah. Itulah yang menjadi patokan kami. Mengapa 80 persen kita ambil anak kecil? Seperi ini, ketika orang tua sakit sudah kewajiban anaknya yang mengobatinya, bagaimana jika anak kecil? Karena anak kecil itu masih punya masa depan yang Panjang” Ucapnya.
Anggota dari Bogor Peduli hanya 10 orang saja. Bukan karena alasan semata mereka tidak ingin mengambil banyak karena di medis harus focus, kedua makin banyak aggota akan muncul faham yang berbeda, tidak bisa satu jalur.

Untuk kegiatan rutin sendiri Bogor Peduli, yaitu pendampingan medis, dalam satu hari terdapat 3 sampai 4 pasien yang kita dampingi. Saat ini ada 42 pasien yang di biayai oleh Bogor Peduli dengan anggaran hingga 120 juta.

“untuk satu bulan ini satu pasien sudah kami biayai hingg 180 juta karena umum. Jadi kasus nya itu anak kecil didaerah Rumpin, Jengkol, dengan pasien luka bakar yang awalnya kita niat assessment ba’da magrib. Lalu ternyata kami mendapatkan ketrangan dari keluarganya sudah 3 hari yang lalu. Melihat hal itu kami lansung menghubungi ambulans, dan langsung di tindak ke RS Hermina dan sudah 7 kali mendapatkan tindakan medis”, Terangnya.

Bogor peduli juga bekerja sama dengan RPAI dan Kita bisa. Karena dalam berhubungan sosial ini, mereka tidak bisa tidak bisa sendiri, apapun kegiatannya Bogor Peduli selalu melibatkan mereka, saling berkesinambungan, dan memang di medis ada hubungan dengan RPAI unttuk mendampingi ambulans.(ADD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Sharing informasi ini.