Kisah Seorang Ojol Dimasa Pandemi

Bogor, metro kota news
Kisah Muhammad Reza Saputra seorang pengendara Ojek Online ( Ojol ) daerah Bogor, Jawa Barat, bekerja selama 3 tahun yang tinggal di Jl. Kosasih, RT 02 RW 10, No.43 Cikaret, Kabupaten Bogor.

Sebelum menjadi Ojol, ia pernah bekerja di PT Sumber Alfaria Trijaya ( Alfamart ) yang kemudian resign ( keluar ) denga masalah tertentu.Selama tiga tahun ia menjadi pengendara Ojol, ia sudah mengalami beberapa masalah yang dihadapinya, salah satunya yaitu pembatalan pemesanan Ojol oleh penumpang yang membawa anaknya.

Karena, motor yang di milikinya tidak dapat di naiki untuk lebih dari tiga penumpang. Memang bisa di bilang kejadian ini merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pengendara Ojol.

“ Yang sering saya alami biasanya pembatalan pemesanan oleh penumpang wanita yang membawa anaknya, karena motor saya juga motor Bison jadi hanya berkapasitas dua orang saja, ” Ujar Reza Dan ketika sedang membawa penumpang, ia juga pernah mendapatkan masalah dengan pengendara Opang ( Ojek Pangkalan ). Pengendara Opang tersebut tidak terima, pada saat Reza menjemput penumpang di daerahnya. Walaupun hanya masalah kecil, namun sangat membuatnya merasa tidak nyaman.Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, Ia bekerja menjadi Ojol selama 12 jam, hanya daerah Bogor, Depok, sampai Jakarta karena khawatir banyak masyarakat yang terpapar Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19, omset dari pengendara Ojol kurang lebih 50 ribu sampai 150 ribu dalam sehari .Menurutnya, hasil seberapa pun harus disyukuri. Dan sampai sekarang ia masih menjadi pengendara Ojol.

hanya berkapasitas dua orang saja, ” Ujar Reza Dan ketika sedang membawa penumpang, ia juga pernah mendapatkan masalah dengan pengendara Opang Ojek Pangkalan ).

Pengendara Opang tersebut tidak terima, pada saat Reza menjemput penumpang di daerahnya. Walaupun hanya masalah kecil, namun sangat membuatnya merasa tidak nyaman.

Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, Ia bekerja menjadi Ojol selama 12 jam, hanya daerah Bogor, Depok, sampai Jakarta karena khawatir banyak masyarakat yang terpapar Covid-19.

Sebelum pandemi Covid-19, omset dari pengendara Ojol kurang lebih 50 ribu sampai 150 ribu dalam sehari .Menurutnya, hasil seberapa pun harus disyukuri.

Dan sampai sekarang ia masih menjadi pengendara Ojol.(ARI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Sharing informasi ini.