Mengenal Pusaka Kujang Sebagai Warisan Budaya Pasundan

Bogor, metro kota news
Sampai saat ini, keunikan dan kesakralan senjata Kujang sebagai Pusaka atau ageman, masih sangat diminati oleh para pecinta seni dan budaya Pasundan. Abah Wahyu Kujang sang Guru Teupa, yang telah lama menelusuri berbagai hal tentang pusaka Kujang. Baik dari seorang budayawan yaitu Abah Anis Abah Anis JatiSunda, ataupun keterangan dari Pantun Bogor.

Dapat disimpulkan jika Pusaka Kujang memiliki bentuk dan jenis nya masing- masing, yang kesemuanya ada tujuh jenis Kujang.

Yaitu Kujang Ciung, Kujang Kuntul, Kujang Jago, Kujang Badak, Kujang Bangkong, Kujang Naga, dan Kujang Wayang. Ketujuh jenis Kujang ini sudah mendapat HKI, dan didaftarkan ke UNESCO dipertengahan tahun 2014.

Abah Wahyu menjelaskan, yang sumbernya dari Pantun Bogor, pada zaman kerajaan Pajajaran dahulu, pusaka Kujang digunakan sebagai simbol pemiliknya masing masing. Kujang Ciung yang menyerupai burung beo, digunakan oleh Raja dan para keluarga kalangan istana, khusus untuk Kujang Ciung bermata sembilan, hanya dimiliki oleh sang Raja itu sendiri.

Kujang Kuntul diumpamakan burung bangau, di miliki oleh patih kerajaan, wakil, sekjen, dan para mentri. Kujang Jago dengan bentuk Kujang seperti Ayam jantan. Dimiliki oleh Panglima perang dan komandan-komandan pasukan kerajaan. Kujang Badak dengan bentuk diumpamakan badak bercula, dimiliki oleh prajurit-prajurit pilihan dan tangguh. Kujang Bangkong dengan bentuk yang diumpamakan seekor kodok, dimiliki oleh para guru atau ahli, guru teupa, cucuk, sekar. Kujang Naga diumpamakan dengan bentuk seekor naga, jenis kujang ini dimiliki oleh para kanduru atau utusan raja, kepala daerah, gubernur. Kujang Wayang merupakan jenis Kujang yang sangat langka, digunakan sebagai media seni pewayangan.

” Untuk sekarang ini, siapapun bisa memiliki kujang ageman, dengan memesan kepada ahli atau guru teupa. Untuk jenis kujang nya sendiri, dilihat dari hari lahir, tanggal lahir, nama orang tua, dan profesi si pemesan kujang ageman tersebut. Dari situlah Guru Teupa (ahli menempa kujang) bisa menentukan jenis Kujang ageman yang cocok dan selaras dengan orang tersebut”. ujar Abah Wahyu sebagai penutup wawancara kepada tim jurnalis. (DAUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Sharing informasi ini.