13/04/2021

Sandi : Buat Apa Gengsi Saya Bantu Orang Tua

Bogor,metrokota.net
Sate salah satu makanan favorit di Indonesia. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia.

Biasanya sate diberi saus. Saus ini bisa berupa bumbu kecap, bumbu kacang, atau yang lainnya, biasanya disertai acar dari irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit. Sate dimakan dengan nasi hangat atau, kalau di beberapa daerah disajikan dengan lontong atau ketupat.

Hidangan internasional yang mirip sate antara lain yakitori dari Jepang, shish kebab dari Turki, shashlik dari Kaukasia, chuanr dari Tiongkok, dan sosatie dari Afrika Selatan.

Sate terdaftar sebagai peringkat ke-14 dalam World’s 50 most delicious foods (50 Hidangan Paling Lezat di Dunia) melalui jajak pendapat pembaca yang digelar oleh CNN Go pada 2011.

Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, babi, kelinci, kuda, dan lain-lain. Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia.
Maraknya pedagang Sate di tanah air membuat pelaku usaha ini mengembangkan ide untuk berjualan sate keliling.Sebut saja Sandi anak remaja baru gede ini rela berjualan sate untuk membantu keluarganya.

“Saya asli dari pondok rajeg dan jualan dari pagi sampe jam 5 sore,” ujar Sandi kepada wartawan metrokota.net.

Ditanya apa dia tidak gengsi sebagai remaja baru gede berjualan keliling “ Buat apa malu kan halal apa yang saya kerjakan yang pasti buat membantu kedua orang tua saya,”lanjut Sandi lagi.

error

Sharing informasi ini.